Bisnis Parcel..... why not ?//////

Banyak orang menganggap kalau bisnis 'Parsel' adalah bisnis musiman. Baik saat hari raya Idul Fitri , hari Natal maupun Tahun Baru. Memang sih, Anda pasti banyak menjumpai Parsel berjejeran di depan-depan toko pada waktu hari raya tersebut. Diluar dugaan Anda, sebenarnya bisnis Parsel / bingkisan khusus ini tak hanya laku keras hanya pada saat-saat tertentu saja. Intip bisnis Parcel yang memberikan peluang usaha bagi Anda yang penuh ide dan kreatifitas berikut ini.
Peluang utama bisnis parcel ini memang banyak memberikan keuntungan terutama pada saat hari raya. Karena dengan kemasan yang cantik dan isi yang beragam pasti banyak orang yang akan mencari parcel untuk special moment. Jika Anda perhatikan, Anda pasti banyak melihat aneka parcel yang dipajang di toko-toko hanya pada saat hari raya dan tahun baru tiba.
Perlu diperhatikan, sebenarnya diluar spesial moment tersebut banyak juga orang yang akan mencari parsel untuk kepentingan lain seperti acara pengantin, kelahiran bayi, acara kantor, pindah rumah, mengunjungi kerabat dsb, namun mereka kesulitan membeli parcel karena jarang ada toko yang menyediakan / mendisplay parcel diluar hari raya / tahun baru. Padahal bagi orang awam, dalam merangkai parsel pasti mereka akan kesulitan sehingga mereka akan memilih 'beli parsel' untuk praktisny

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Manfaat Merokok

Merokok Ternyata Ada Manfaatnya loh.......

Selama ini terlalu sering kita baca tentang bahaya merokok, kerugian apabila merokok atau merokok dapat menyebabkan bla…bla…bla…

Mari Kita Lihat Apa Sih Manfaat Merokok ?

  1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
  2. Menghindarkan dari perbuatan jahat, karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
  3. Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
  4. Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam. Baik untuk basa-basi / keakraban;
  5. Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya nawarin uang kan boros.
  6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk.
  7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
  8. Bisa menambah suasana pedesaan/nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya, sehingga seolah-olah berkabut.
  9. Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.
  10. Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.( hahaha bakar saja mobilnya )
  11. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
  12. Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yg lulus).
  13. Sebagai indikator kesehatan; biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
  14. Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok !
  15. Tanda kalau hari sudah pagi, kita pasti mendengar ayam merokok.
  16. Anti maling, suara perokok batuk berat di malam hari mujarab untuk mengusir penjahat.
  17. Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yg terikat di kursi… “hahaha penderitaan itu pedih Jendral..!!! “
  18. Film cowboy pasti lebih gaya kalo ngerokok sambil naek kuda, soalnya kalo sambil ngupil susah betul.
  19. Sebagai pengganti pelubang kertas saat emergency.
  20. Membuat awet muda, karena konon orang yang merokok berat belum sampai tua udah mati duluan kena kanker paru-paru.
  21. Fakta lain …sekitar 30% orang meninggal di dunia adalah perokok. 70%-nya bukan perokok..!! Maka merokoklah agar masuk ke golongan yg lebih sedikit itu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kecurangan tidak dibenarkan dalam menjalankan suatu usaha

Dalam setiap jual beli/perdagangan sangat menekankan tentang pentingnya penegakan ukuran, takaran, timbangan secara adil, benar (sah) dan jujur serta teliti agar secara moral maupun material tidak ada pihak yang merugikan atau dirugikan.
Untuk mencegah timbulnya kecurangan dan pemalsuan dalam ukuran, takaran atau timbangan, perlu diadakan kegiatan penerangan atau penyuluhan ataupun tindakan pencegahan lainnya. Masyarakat, pedagang perlu mengetahui dan menyadari tentang peraturan perundang-undangan negara yang mengatur tentang UTTP yang berlaku di negara kita yang telah mempunyai standar nasional/internasional, yang legal atau sah, dan aman dalam pemakaiannya dari kemungkinan merugikan orang lain. Mereka perlu lebih dikenalkan dan disadarkan untuk berjual beli atau bertransaksi atas dasar (menggunakan) UTTP, baik yang menurut hukum agama maupun peraturan perundang-undangan negara yang berlaku, maka wajib/harus menggunakan UTTP yang disahkan oleh Undang-undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (atau disingkat UUML).

Dengan dasar iman dan ketakwaan kepada Allah, atas dasar moral maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku, bahwa setiap pedagang yang menggunakan UTTP, haruslah menggunakan UTTP yang telah disahkan dan bertanda tera sah agar UTTP tersebut dapat digunakan. Bagi yang melanggar, kalau ia seorang muslim maka ia bukanlah pedagang muslim yang baik. Juga di akhirat kelak akan dihadapkan kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan kecurangannya sewaktu hidup di dunia.

Semoga kita menyadari agar kita selamat di dunia dan di akhirat, pakailah selalu UTTP yang bertanda tera sah yang berlaku serta ukuran, takaran, timbanglah barang/jasa menurut yang sesungguhnya.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kecurangan yang dilakukan oleh para pedagang dalam menakar timbangannya

Kata manipulasi dalam (KBBI) berarti berbuat curang untuk memperkaya diri dengan jalan korupsi. Kedua kata timbangan yang berarti tolak ukur dalam keadaan yang sama / setimpal. Ketiga kata pedagang yang berarti menjual dan membeli, kadang sekaligus sebagai penjual dan pembeli.

Alasan saya mengangkat judul kecil ini, karena saya adalah salah satu korban perbuatan curang pedagang yang dilakukan di pasar dalam situasi jaul beli yang sah, saya katakan sah karena sesuai dengan rukun jual beli; ada yang menjual (pedagang) yang membeli [saya], serah terima, dan ada barangnya. Dan dalam hal ini saya dirugikan, karena setelah saya timbang hasil pembelian saya berupa buah LENGKENG 1 Kg dengan harga Rp. 5.000 dirumah, tidak sama dengan timbangan yang ada dipasar, saya timbang ulang ternyata buah 1 Kg tadi, tidak mencapai timbangan yang sesuai, karena ternyata hanya 600 gram.

Islam memang menghalalkan usaha perdagangan,perniagaan dan atau jual beli.Namun tentu saja untuk orang yang menjalankan usaha perdagangan secara islam,dituntut menggunakan tata cara khusus, ada aturan mainnya yang mengatur bagaimana seharusnya seorang Muslim berusaha di bidang perdagangan agar mendapat berkah dan ridha Allah SWT di dunia dan akhirat.

Aturan main perdagangan Islam, menjelaskan berbagai etika yang harus dilakukan oleh para pedagang Muslim dalam melaksanakan jual beli. Dan diharapkan dengan menggunakan dan mematuhi etika perdagangan Islam tersebut, suatu usaha perdagangan dan seorang Muslim akan maju dan berkembang pesat lantaran selalu mendapat berkah Allah SWT di dunia dan di akhirat. Etika perdagangan Islam menjamin, baik pedagang maupun pembeli, masing-masing akan saling mendapat keuntungan

Adapun etika perdagangan Islam tersebut antara lain:

1. Shidiq ( Jujur )

Seorang pedagang wajib berlaku jujur dalam melakukan usaha jual beli. Jujur dalam arti luas. Tidak berbohong, tidak menipu, tidak mengada-ngada fakta, tidak berkhianat, serta tidak pernah ingkar janji dan lain sebagainya. Mengapa harus jujur? Karena berbagai tindakan tidak jujur selain merupakan perbuatan yang jelas-jelas dosa, jika biasa dilakukan dalam berdagang-juga akan mewarnai dan berpengaruh negatif kepada kehidupan pribadi dan keluarga pedagang itu sendiri. Bahkan lebih jauh lagi, sikap dan tindakan yang seperti itu akan mewarnai dan mempengaruhi kehidupan bermasyarakat.

Dalam Al Qur’an,keharusan bersikap jujur dalam berdagang,berniaga dan jual-beli, sudah diterangkan dengan sangat jelas dan tegas yang antara lain kejujuran tersebut di beberapa ayat- dihubungkan dengan pelaksanaan timbangan, sebagaimana firman Allah SWT :”Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil’.(Q.S Al An’am(6):152)

Firman Allah SWT: “Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan,dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.” (Q.S AsySyu’araa(26):181-183); ”Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S Al-Israa(17):35); ”Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.”(Q.S Ar Rahmaan(55):9).

Di samping itu, tindakan penyimpangan dan atau kecurangan menimbang menakar dan mengukur dalam dunia perdagangan, merupakan suatu perbuatan yang sangat keji dan culas.

2. Amanah (Tanggung jawab)

Setiap pedagang harus bertanggung jawab atas usaha dan pekerjaan dan atau jabatan sebagai pedagang yang telah dipilihnya tersebut. Tanggung jawab di sini artinya, mau dan mampu menjaga amanah (kepercayaan) Dengan demikian, kewajiban dan tanggung jawab para pedagang antara lain:menyediakan barang dan atau jasa kebutuhan masyarakat dengan harga yang wajar, jumlah yang cukup serta kegunaan dan manfaat yang memadai. Dan oleh sebab itu, tindakan yang sangat dilarang oleh Islam sehubungan dengan adanya tugas, kewajiban dan tanggung jawab dan para pedagang tersebut adalah menimbun barang dagangan. Masyarakat yang memang secara otomatis terbeban di pundaknya.

3. Tidak Menipu

Dalam suatu hadist dinyatakan, seburuk-buruknya tempat adalah pasar. Hal ini lantaran pasar atau tempat di mana orang jual beli itu dianggap sebagai sebuah tempat yang di dalamnya penuh dengan penipuan, sumpah palsu, janji palsu, keserakahan, perselisihan dan keburukan tingkah polah manusia lainnya.

Rasulullah SAW selalu memperingati kepada para pedagang untuk tidak mengobral janji atau berpromosi secara berlebihan yang cenderung mengada-ngada, semata-mata agar barang dagangannya laris terjual, lantaran jika seorang pedagang berani bersumpah palsu, akibat yang akan menimpa dirinya hanyalah kerugian.

4. Menepati Janji

Seorang pedagang juga dituntut untuk selalu menepati janjinya, baik kepada para pembeli maupun diantara sesama pedagang. Janji yang harus ditepati oleh para pedagang kepada para pembeli misalnya : tepat waktu pengiriman menyerahkan barang yang kualitasnya, kwantitasnya, warna, ukuran dan atau spesifikasinya sesuai dengan perjanjian semula, memberi layanan purna jual, garansi dan lain sebagainya. Sedangkan janji yang harus ditepati kepada sesama para pedagang misalnya : pembayaran dengan jumlah dan waktu yang tepat.

5. Murah Hati

Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW menganjurkan agar para pedagang selalu bermurah hati dalam melaksanakan jual beli. Murah hati dalam pengertian : ramah tamah, sopan santun, murah senyum, suka mengalah, namun tetap penuh tanggung jawab.

Sabda Rasulullah SAW : “Allah berbelas kasih kepada orang yang murah hati ketika ia menjual, bila membeli dan atau ketika menuntut hak”. (HR. Bukhari); “Allah memberkahi penjualan yang mudah, pembelian yang mudah, pembayaran yang mudah dan penagihan yang mudah”. (HR. Aththahawi)

Dan dalam hal ini manipulasi timbangan adalah tindakan pencurian, juga penipuan yang kalau kita mengutip buku KPK yang berisi Pasal 362 KUHP adalah perbuatan yang melawan hukum mengambil barang sebagian atau seluruhnya milik orang lain dengan maksud memiliki. Barang/hak yang berhasil dimiliki bisa diartikan sebagai keuntungan pelaku. Dan mendapatkan hukuman. Di dalam Ketentuan umum mengenai perumusan pengertian pencurian terdapat dalam pasal tersebut.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

PROPOSAL METODE RISET

Proposal Penelitian Rastoran Steak & Ribs Kenyot Corp

 

1. Tema Penelitian

Hubungan Antara Promosi & Pelayanan Terhadap Kepuasan dan Peningkatan Jumlah Pelanggan Restoran Steak & Ribs di tahun 2008

                                     

2. Latar Belakang

Dalam penelitian ini hal yang ingin dibuktikan adalah bagaimana pengaruh dari kegiatan promosi terhadap peningkatan pelanggan. Salah satu unsur paduan pemasaran yang berpengaruh terhadap perilaku pelanggan restoran adalah paduan pengelolaan produk dan promotion mix (Oktobriono, 2003). Pengelolaan produk lebih menekankan bahwa pelanggan memerlukan jenis-jenis dan fasilitas pelayanan tertentu seperti variabel kualitas makanan, jenis menu dan sajian makanan, hadiah dan pelayanan sedangkan promotion mix adalah variabel promosi yang menggunakan kombinasi iklan, sales promotion dan personal selling. Perkembangan restoran dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Melihat kondisi tersebut menyebabkan pebisnis restoran semakin dituntut untuk mempunyai strategi yang tepat dalam memenuhi target volume penjualan. Mengingat perkembangan teknologi yang makin dinamis, manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk bertindak agar tidak kalah bersaing. Dalam meningkatkan persaingan masing-masing restoran harus dapat memenangkan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah, serta dengan pelayanan yang memuaskan.

3. Rumusan Masalah

Bahwa tujuan dari penelitian ialah adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan Restoran Steak & Ribs Kenyot Corp di tahun 2008. Bertitik tolak dari gambaran umum yang telah diberikan pada latar belakang masalah, maka timbul penelitian untuk meneliti adakah pengaruh faktor bauran pemasaran, yaitu Produk, Pelayanan, dan Promosi terhadap kepuasan dan peningkatan jumlah pelanggan Restoran Steak and Ribs Kenyot Corp.

4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh promosi terhadap kepuasaan dan peningkatan jumlah pelanggan di restoran Steak & Ribs Kenyot Corp.

5. Manfaat Penelitian

Sebagai informasi dalam usaha untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan meningkatkan strategi penjualan.

6. Tinjauan Pustaka

Pemasaran suatu produk yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada dasarnya mengupayakan agar produk tersebut lebih dekat dengan konsumen.

 

7. Metodologi Penelitian

A. Objek Penelitian

Penelitian ini dilakukan oleh manajemen Restoran Steak and Ribs Kenyot Corp kepada seluruh pelanggan yang datang.

B. Metode Pengumpulan Data

Dengan menyebarkan kuesioner yang dijawab oleh responden (data primer).

C. Data / Variabel yang Digunakan

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data dari penelitian ini berasalkan dari hasil kuisioner yang ditujukan kepada para pelanggan. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, variable yang akan diuji meliputi variable Dependen (Y) yaitu Kepuasan Konsumen dan variabel Independen (X) yaitu Produk (X1), Pelayanan (X2), dan Promosi (X3).

D. Teknik Pengumpulan Sampel

Dalam penelitian ini, kriteria non random yang digunakan adalah orang yang sedang makan (menyantap makanan) di Restoran Steak and Ribs Kenyot Corp.

E. Alat Analisis yang Digunakan

Metode alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif, variabel pengukurannya menggunakan skala Likert dengan memberikan skor 1-5 untuk mengetahui derajat responden terhadap serangkaian pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner dimana skala tersebut mempunyai susunan sebagai berikut:

Besar Bobot dan Kategori Penilaian

Bobot

Kategori

1

Sangat Tidak  Puas (SP)

2

Tidak Puas (TP)

3

Biasa  Saja  (BS)

4

Puas (P)

5

Sangat Puas (SP)

 

Menurut Supranto (2003), penggolongan kategori tiap indikator dihitung berdasarkan nilai yang diperoleh dari kuisioner dengan cara mengalikan besar bobot (nilai) pada kategori tertentu yang telah ditetapkan dengan jumlah responden yang menjawab masaing-masing kategori tersebut.

 

F. Model

Melakukan penelitian dilapangan dengan maksud untuk mendapat data yang sesuai dengan masalah yang hendak dibahas. Dan metode yang digunakan mendapat informasi. Dalam penelitian ini digunakan model penelitian deskriptif adalah model yang menggambarkan variabel baik variabel independent ataupun dependent.

8. Rancangan Analisis

Peneliti mengajukan suatu kerangka kerja konseptual dimana unsur-unsur promotion mix dihubungkan dengan jumlah kedatangan konsumen. Rancangan penelitian menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti mulai dari perumusan hipotesis sampai pada analisis data.

9. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian terhadap hasil kuesioner dari 35 responden dengan menggunakan skala likert, adapun hasil yang didapat berdasarkan penelitian tersebut yaitu kegiatan promosi dan kedatangan pelanggan mempunyai korelasi positif. Artinya kegiatan promosi akan mempengaruhi jumlah pelanggan yang datang. Kepuasaan konsumen perlu ditingkatkan dengan meningkatkan personal selling lebih baik lagi.

10. Usulan Strategi

-         Restoran seharusnya memberikan pelatihan pada karyawan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi pada para konsumn.

-         Restoran memberikan harga yang terjangkau yang dapat d jangkau oleh berbagai kalangan tetapi tetap mempertahankan kualitas dari makanan yang di sajikan

-         Selalu menyajikan menu-menu baru agar para pelanggan tidak jenuh dengan makanan yang disajikan tetapi tetap mempunyai menu andalan sebagai ciri khas dari restoran Steak & ribs Kenyot Corp

-         Memberikan dekorasi yang nyaman dan enak di pandang oleh mata

-         membuat kotak saran dan kritik agar kepada para pelanggan yang telah datang untuk segera mengisi sehingga manajemen lebih tahu apa yag perlu diubah dan apa yang perlu ditambah lagi.

-         menambah promosi dengan memberikan menu paket murah agar penjualan lebih banyak dan menambah minat pelanggan untuk datang kembali ke Restoran Steak and Ribs Kenyot Corp kembali.

 

 

      Oleh Rahma Tri Suciati (10206756) / 3EA01

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

tugas metode riset

A N A L I S I S
Nama Pengarang : Dr. Harif Amali Rivai, SE., M.Si
Topik : Faktor Penentu Keputusan Konsumen
Judul : Identifikasi Faktor Penentu Keputusan Konsumen Dalam Memilih
Jasa Perbankan : Bank Syariah vs Bank Konvensional, maret 2001
Keyword : Syaria bank, conventional bank, consumer behavior, economic rationale
Alamat Jurnal : http://www.petra.ac.id/puslihat-216/journals/pdf
Latar Belakang
Perkembangan peran perbankan syariah di Indonesia tidak terlepasdari system perbankan di Indonesia secara umum. Peran bank syariah dalam memacu pertumbuhan perekonomian daerah semakin strategis dalam rangka mewujudkanstruktur perekonomian yang semakin berimbang.
Tujuan
Untuk mempertegas diferensiasi produk antara bank syariah dengan konvensional sehingga masyarakat yakin terdapat keunikan pada produk bank syariah.
Metodologi
Daerah penelitian ini meliputi 4 kabupaten / kota di wilayah Sumatra Barat
Sample penelitian ini terdiri dari 4 cluster, yaitu nasabah bank konvensional, nasabah bank syariah, nasabah bank konvensional dan syariah dan non nasabah.
Jumlah kuesioner yang didistribusikan berjumlah 310 set yang disebarkan langsung oleh surveyor pada lokasi pemilihan terpilih.
Analisis statistic deskriptif berupa silang, grafik, rata-rata dan frekuensi digunakan untuk mengetahui sikap dan prilaku masyarakat dalam memilih bank syariah
Analisis factor digunakan untuk mengetahui factor yang mempengaruhi prilaku masyarakat dalam memilih bank syariah dan konvensional
Pembahasan
Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan persepsi terhadap keberadaan bank syariah disbanding dengan bank konvensional.dari 124 responden nasabah bank konvensional sebanyak 51,4% menyatakan bahwa konsep bungabertentangan dengan ajaran agama. Hanya 29.8% dari jumlah responden yang menyatakan dengan tegas bahwa konsep bunga tidak bertentangan dengan ajaran agama. Sementara sisanya 18.5% berpendapat bahwa mereka tidak tahu, apakah bunga bertentangan dengan agama.
Kesimpulan
Perbankan syariah sudah tidak saatnya lagi mengandalkan spritual market yang hanya diisi oleh segmensyariah loyalist. Kecenderungan dimasa yang akan dating diperkirakan bahwa segmen yang digarap oleh bank syariah mulai bergeser dari syariah loyalist ke floating market. Hal ini disebabkan karena konsumen semakin rasional dengan tetap mengutamakan kualitas pelayanan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tugas Metode Riset

A N A L I S I S
Nama Pengarang : Alida Palilati
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo
Kendari, Sulawesi Selatan. Email: alyda_palitati@yahoo.com
JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN, VOL. 9, NO. 1, MARET 2007: 73-81
Topik : Loyalitas Nasabah Terhadap Pelayanan Perbankan
Judul : Pengaruh nilai pelanggan terhadap loyalitas nasabah tabungan perbankan
Di Sulawesi Selatan
Alamat Jurnal : http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/pdf
Latar Belakang
Para pelanggan menginginkan nilai maksimal dengan dibatasi oleh biaya pencarian, pengetahuan, mobilitas dan penghasilan yang terbatas. Mereka membentuk suatu harapan akan nilai dan bertindak berdasarkan hal itu. Semakin tinggi persepsi nilai yang dirasakan oleh pelanggan maka semakin besar kemungkinan terjadinya hubungan (transaksi).
Tujuan
Pembelian merupakan suatu kegiatan rutin (habit) maka kemungkinan pelanggan akan loyal kepada merek/perusahaan. Penelitian ini menganalisis pola hubungan antara variabel nilai dari kinerja atribut produk, tingkat kepuasan (adequate dan desired) dengan loyalitas nasabah perbankan di Sulawesi Selatan.
Metodologi
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian hubungan kausal antar variabel-variabel penelitian, dilakukan untuk menentukan pola hubungan sebab akibat dari variabel-variabel independen terhadap variable dependennya. –
Populasi penelitian ini adalah para nasabah bank umum, baik pemerintah maupun swasta yang ada di wilayah propinsi Sulawesi Selatan.
Besarnya sample total minimal 912 orang. Untuk penelitian ini sample yang diambil
sebanyak 1346 orang nasabah.
Pembahasan
Pelanggan yang loyal umumnya akan melanjutkan pembelian merek tersebut walaupun dihadapkan pada banyak alternative merek produk pesaing yang menawarkan karakteristik jasa yang lebih unggul dipandang dari berbagai sudut atributnya. Bila banyak pelanggan dari suatu merek masuk dalam kategori ini berarti merek tersebut memiliki brand equity yang kuat.
Kesimpulan
Rata-rata tingkat kepuasan adequate maupun desired untuk nasabah berada di bawah harapan yang diinginkan oleh nasabah. Berdasarkan hasil uji hipotesis tersebut di atas maka, ada dua bentuk (pola) hubungan yang dapat terbentuk dari hubungan antara variabel Nilai dengan variabel Loyal. Hubungan Nilai terhadap Loyalitas terdapat variabel modera-tor/mediator kepuasan maka besarnya pengaruh total menjadi lebih lemah (kecil) atau kurang loyal. Faktor yang mempunyai pengaruh terbesar (dominant) terhadap tingkat kepuasan adequate maupun kepuasan desired adalah variabel profesionalisme staff dalam melaksanakan tugasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tugas Jurnal 1 Metode Riset

A N A L I S I S
Nama Pengarang : Alida Palilati
Staf Pengajar pada Fakultas Ekonomi, Universitas Haluoleo, Kendari
analisis, Volume 1, Nomor 2, Maret 2004
TOPIK : Loyalitas Nasabah Terhadap Pelayanan Perbankan
JUDUL : PENGARUH TINGKAT KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH TABUNGAN
PERBANKAN DI WILAYAH ETNIK BUGIS
Alamat Jurnal : http://www.pascaunhas.net/jurnal_pdf/an_1_2/alida-2.pdf
TOPIK : Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perbankan Terhadap Nasabah
Latar Belakang
Dalam konteks teori consumer behavior, kepuasan lebih banyak didefenisikan dari perspektif pengalaman konsumen setelah mengkonsumsi atau menggu-nakan suatu produk atau jasa. Dengan demikian kepuasan dapat diartikan se-bagai hasil dari penilaian (persepsi) konsumen bahwa produk atau pelayanan telah memberikan tingkat kenikmatan di mana tingkat pemenuhan ini bisa lebih atau kurang.
Tujuan
Fokus utama dari penelitian ini adalah, mencoba untuk menguji “Hubungan antara Tingkat Kepuasan yang dirasakan, dengan Loyalitas nasabah Tabungan kepada Bank”. Selain itu juga ingin mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi hubungan antara kepuasan dengan loyalitas nasabah.
Metodologi
Atribut-atribut tabungan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan variabel yang given dan antesenden.
Populasi penelitian ini adalah para nasabah bank umum, baik pemerintah maupun swasta yang ada di wilayah etnis Bugis
Data untuk dianalisis adalah data primer, yang diperoleh dari 477 orang sample.
Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner dan wawan-cara.
Model pengukuran terhadap tingkat kepuasan pelanggan yang digunakan adalah model dari Parasuraman, et. Al (1988), yakni pengukuran terhadap gap antara persepsi tingkat pelayanan yang diterima dengan tingkat harapan, yaitu (1) Measure of service seperiority atau desired (MSS) dan (2) Measure of service Adequacy (MSA).
Pembahasan
Tinggi rendahnya tingkat kepuasan yang dirasakan oleh nasabah tergantung pada besarnya selisih antara nilai yang diterima atau dirasakan setelah mengkonsumsi produk atau jasa dengan tingkat harapan yang cukup atau yang diinginkan oleh nasabah. Jika nilai yang diterima sama dengan cukup (kepuasan adequate) atau sama dengan yang diinginkan (desired) maka konsumen dianggap puas.
Kesimpulan
Tingkat kepuasan adequate nasabah tabungan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas nasabah kepada bank. Tingkat kepuasan desired memiliki hubungan yang signifikan tetapi negatif terhadap loyalitas nasabah kepada bank. Faktor-faktor yang dominant mempengaruhi loyalitas nasabah adalah factor (variabel) profesionalisme nasabah, hubungan interaktif, dan citra bank.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments